til / 6 Jul 2026 / 2 min read / 0 views

Asal-usul Lorem Ipsum

Sering ngeliat teks "Lorem Ipsum Dolor Sit Amet Adispicing...." pas buka desain Figma, desain grafis, atau bahkan desain yang udah jadi secara fisik. Ternyata teks ini punya sejarah panjang dari zaman sebelum masehi.


FYI:

1. Berasal dari Naskah Filsafat Abad ke-45 SM

Teks ini bukan bahasa Latin buatan, melainkan potongan suku kata dari naskah filsafat klasik karya Marcus Tullius Cicero yang berjudul "De Finibus Bonorum et Malorum". Kata "Lorem" sendiri sebenarnya potongan dari kata "Dolorem" yang berarti rasa sakit.

  1. Pada abad ke-16, seorang tukang cetak misterius mengacak-acak susunan kata dari naskah tersebut agar strukturnya terlihat seperti kalimat natural, tapi secara tata bahasa sudah rusak dan tidak memiliki arti utuh lagi.

2. Kenapa Desainer Lebih Milih Pakai Ini?

Ada alasan psikologi yang kuat kenapa developer dan UI/UX desainer wajib pakai Lorem Ipsum saat bikin layout:

  1. Mencegah Salah Fokus: Kalau pakai teks berita asli atau bahasa Indonesia biasa, klien atau audiens cenderung bakal sibuk membaca dan mengkritik isi tulisannya ketimbang menilai estetika, tipografi, dan tata letak desainnya.
  2. Distribusi Huruf yang Natural: Panjang-pendeknya kata dalam Lorem Ipsum punya sebaran yang sangat mirip dengan struktur bahasa manusia pada umumnya, jadi kelihatan jauh lebih realistis dibanding kita cuma ngetik acak "asdfghjkl".

3. Arti Terselubung di Balik Teksnya

Meskipun teks yang beredar sekarang sudah diacak, kalau ditarik dari naskah asli Cicero, potongan kalimat tersebut punya arti yang cukup mendalam:

"Tidak ada orang yang mencintai atau mengejar rasa sakit itu sendiri karena itu adalah rasa sakit, tetapi karena kadang terjadi keadaan di mana susah-payah dan penderitaan dapat memberikan sedikit kesenangan."

4. Alternatif Unik Biar Gak Bosen

Biar draf desain gak kaku, sekarang udah banyak generator alternatif lorem ipsum yang lucu di internet:

  1. Cupcake Ipsum: Teks tiruan yang isinya nama kue semua (marshmallow, cheesecake, kuasong).
  2. Cat Ipsum: Kalimat acak yang isinya seolah-olah kemauan seekor kucing.
  3. Hipster Ipsum: Gabungan kata-kata tren anak muda zaman sekarang.


Diskusi